Skip to main content

Posts

Featured Post

PARADOKS RESOLUSI 2504 PEMERINTAH INDONESIA ATAS PAPUA BARAT. Apakah Benar Resolusi 2504 Tidak Dapat Diganggu Gugat?

    Ilustrasi Gambar: Jronaldo Representasi kolonialisme Indonesia di Tanah Papua, adalah wabah yang harus dibendung dengan dekolonisasi diri, keluarga, suku-bangsa, ras dan teritori. Namun, sebelum jauh kesana pentingnya kita memetakan alasan argumentatif yang menumbuhkan fanatisme nasionalisme NKRI harga mati atas Papua. Yang dibangun melalui wacana finalitas ataupun kemutlakan keputusan 2504 yang tidak dapat diganggu gugat. Hingga klaim sepihak tentang sejarah kala Kerajaan Majapahit, Sultan Tidore hingga basis argumentatif yang mengakui pelaksanaan pepera (act of free choice) 1969 sudah final, yang dinilai penduduk orang asli Papua sebagai act of no choice. Bagi penduduk orang asli Papua, Tanah Papua masih berstatus tanah/wilayah jajahan Indonesia pasca operasi Trikora 19 Desember 1961 hingga kini. Sehingga tulisan ini hadir untuk menilik basis argumentatif pemerintah Indonesia yang membenarkan status final dan mengakui kemutlakan resolusi 2504 atas Pelaksanaan pepera 19...

MENEROBOS PRAKTIK PEREKONOMIAN LOKAL DÌ TANAH PÀPUÀ: Ketika Para Pengumpul Yang Memanipulasi Harga Panen.

GENERALISASI KONFLIK ETNIK DI TANAH PAPUA: Biang Kerok Propaganda Yang Luput Dari Sentuhan Hati Nurani.

BENTURAN KEAMANAN DI TANAH PAPUA: Antara Human Security & State Security Mana Yang Harus Diutamakan?

DIPERKENALKAN DALAM TERANG INJIL & BERTUMBUH DALAM PENGGELAPAN NEGARA: Benarkah Papua Wilayah Konflik Kekerasan?

JALAN KEMANDIRIAN: Memetakan & Memutuskan Ketergantungan Sebuah Upaya Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

PENINDASAN DI BALIK KEDOK KESEJAHTERAAN: Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan Untuk Siapa?

PERAYAAN NATAL DI TANAH PAPUA: Sebatas Selebrasi Tahunan Dibalik Krisis Kemanusiaan.

KOMPETISI SUMBER KESERAKAHAN: Ketika Individualisme Menggeser Kolektivisme Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

GENOCIDE IN WEST PAPUA: Crisis and Demographic Control of Indigenous Papuans in Their Territories.

MARAKNYA HIASAN PONDOK NATAL DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN: Apakah Sebatas Euforia Dibalik Krisis Kemanusiaan & Banjir Pengungsian?

PERAYAAN NATAL DI TANAH PAPUA: Sebatas Selebrasi Tahunan Dibalik Krisis Kemanusiaan.