Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Seri Sejarah Agriculturalis

Featured Post

MEMBANGUN KEDAMAIAN DARI KELUARGA: Menghentikan Konflik Antar Suku dan Membangun Kedamaian dan Persatuan Sebagai Jalan Kedaulatan.

Ilustrasi Gambar : AI image generated (20/5/26) Melihat berbagai rentang konflik antar suku di Lembah Palim yang intens dan masif. Tentu mengantarkan kita pada berbagai anggapan dari berbagai perspektif. Ada yang melihat konflik antar suku sebagai kegagalan penginjilan, ada yang melihat ini sebagai kegagalan politik (kepemimpinan) hingga ada yang melihat ini sebagai kegagalan penegakan hukum. Tentu setiap perspektif dan sudut pandang itu tidak ada yang salah. Tetapi memberikan kita kekayaan dalam melihat persoalan dari berbagai perspektif guna membenahi konflik antar suku, sebagai manusia sosial (homo socius) . Kita mendambakan kedamaian, kenyamanan dan kebersamaan. Sebagaimana pasca konflik perang antar suku di Wouma, pada 15 Mei 2026. Baik Lani ataupun Yali-Hubla sama-sama korban dan berduka. tidak ada yang menang dalam perang dan tidak ada yang lebih jago daripada perang. Sebab perang hanya melahirkan kebencian, dendaman, duka dan luka. Atas berbagai korban material hingga kehilan...

SEBUAH TELAAH ANTROPOLOGIS TENTANG DANI: Apakah Merujuk Pada Lani ataukah Hubla?

PANGAN: Penindasan dan Penjajahan Di Tanah Papua.

KOLEKTIVISME ATAUKAH INDIVIDUALISME: Benturan Ideologis Di Tanah Papua.

JALAN KEMANDIRIAN PANGAN: Sebuah Refleksi Menghidupkan Kembali Kebun di Pekarangan Rumah.

MENEROBOS PRAKTIK PEREKONOMIAN LOKAL DÌ TANAH PÀPUÀ: Ketika Para Pengumpul Yang Memanipulasi Harga Panen.

JALAN KEMANDIRIAN: Memetakan & Memutuskan Ketergantungan Sebuah Upaya Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

KOMPETISI SUMBER KESERAKAHAN: Ketika Individualisme Menggeser Kolektivisme Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

PEMBUDIDAYAAN DAN KONSUMSI PANGAN LOKAL: Jalan Kemandirian, Kedaulatan dan Kebebasan Bagi Masyarakat Adat di Tanah Papua.