Skip to main content

Posts

Featured

JALAN KEMANDIRIAN PANGAN: Sebuah Refleksi Menghidupkan Kembali Kebun di Pekarangan Rumah.

Ilustrasi Gambar: Jronaldo (2/3/26). Kemandirian pangan adalah jalan kemandirian guna membendung wabah kelaparan dan kemelaratan akan makanan. Tetapi juga sebagai siasat guna membendung ketergantungan diri atas produk para outsider yang membelenggu kita. Jalan kemandirian dalam tulisan ini merupakan bukan wacana baru yang diwacanakan, namun telah menjadi sebuah sikap praktis yang diwariskan oleh leluhur para agriculturalist yang tidak dihidupkan dalam tatanan praktis generasi Sang Agriculturalist dalam kehidupan kini. Untuk itu tulisan ini akan meminjam sebuah konsep/istilah sebutan untuk kemandirian pangan di pekarang rumah yang digunakan dalam tradisi sang agriculturalist penduduk dataran tinggi Papua yang tersebar di wilayah budaya Meepago, yakni Owaada . Owaada adalah sebuah sikap praktis yang menumbuhkan pertanggungjawaban dirinya dalam memelihara, mengolah dan menanam makanan yang dimulai dari pengolahan tanah di pekarangan rumah. Owaada bukan hanya sebuah tindakan praktis dalam...

Latest Posts

MENEROBOS PRAKTIK PEREKONOMIAN LOKAL DÌ TANAH PÀPUÀ: Ketika Para Pengumpul Yang Memanipulasi Harga Panen.

GENERALISASI KONFLIK ETNIK DI TANAH PAPUA: Biang Kerok Propaganda Yang Luput Dari Sentuhan Hati Nurani.

BENTURAN KEAMANAN DI TANAH PAPUA: Antara Human Security & State Security Mana Yang Harus Diutamakan?

DIPERKENALKAN DALAM TERANG INJIL & BERTUMBUH DALAM PENGGELAPAN NEGARA: Benarkah Papua Wilayah Konflik Kekerasan?

JALAN KEMANDIRIAN: Memetakan & Memutuskan Ketergantungan Sebuah Upaya Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

PENINDASAN DI BALIK KEDOK KESEJAHTERAAN: Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan Untuk Siapa?

PERAYAAN NATAL DI TANAH PAPUA: Sebatas Selebrasi Tahunan Dibalik Krisis Kemanusiaan.

KOMPETISI SUMBER KESERAKAHAN: Ketika Individualisme Menggeser Kolektivisme Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

GENOCIDE IN WEST PAPUA: Crisis and Demographic Control of Indigenous Papuans in Their Territories.

MARAKNYA HIASAN PONDOK NATAL DI PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN: Apakah Sebatas Euforia Dibalik Krisis Kemanusiaan & Banjir Pengungsian?