Skip to main content

Posts

Featured Post

KESEJAHTERAAN ATAUKAH PENINDASAN: Antara Wacana dan Realitas di Tanah Papua.

Ilustrasi Gambar: Jronaldo (18/3/2026). Kesejahteraan telah menjadi wacana dan diksi yang ampuh untuk menutupi berbagai kebengisan elitis yang didukung legitimasi hukum oleh pemerintah Indonesia di Tanah Papua. Atasan nama otoritas, pendekatan pembangunan top down a'la Jakarta telah merekacipta kebutuhan dan menciptakan kesenjangan di Tanah Papua tanpa menerima berbagai pokok persoalan yang menjadi tuntutan komunitas masyarakat adat di Tanah Papua. Dengan kedok kesejahteraan, tatanan sosial masyarakat adat dicerai beraikan, dibuat tidak berdaya dengan klaim tanah milik negara. Padahal negara adalah entitas abstrak yang hanya dijalankan oleh segelintir orang yang diberikan otoritas oleh rakyat. Sehingga tanah milik negara adalah kekonyolan legitimatif yang perlu dipertanyakan. Sebagaimana, implementasi Proyek PSN di Tanah Anim Ha, Provinsi Papua Selatan yang telah mengkaplingkan tanah adat dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel hingga Asmat, Provinsi Papua Selatan. Dengan total luas ...

Latest Posts

OTSUS PAPUA KOMODITAS POLITIK JAKARTA: Ketika UU Sektoral Benturan Dengan PERDA/PERDASUS Di Tanah Papua.

PERANG PASIFIC: Cikal Bakal Lahirnya Indonesia Yang Dilupakan.

JALAN KEMANDIRIAN PANGAN: Sebuah Refleksi Menghidupkan Kembali Kebun di Pekarangan Rumah.

MENEROBOS PRAKTIK PEREKONOMIAN LOKAL DÌ TANAH PÀPUÀ: Ketika Para Pengumpul Yang Memanipulasi Harga Panen.

GENERALISASI KONFLIK ETNIK DI TANAH PAPUA: Biang Kerok Propaganda Yang Luput Dari Sentuhan Hati Nurani.

BENTURAN KEAMANAN DI TANAH PAPUA: Antara Human Security & State Security Mana Yang Harus Diutamakan?

DIPERKENALKAN DALAM TERANG INJIL & BERTUMBUH DALAM PENGGELAPAN NEGARA: Benarkah Papua Wilayah Konflik Kekerasan?

JALAN KEMANDIRIAN: Memetakan & Memutuskan Ketergantungan Sebuah Upaya Sang Agriculturalist di Tanah Papua.

PENINDASAN DI BALIK KEDOK KESEJAHTERAAN: Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan Untuk Siapa?

PERAYAAN NATAL DI TANAH PAPUA: Sebatas Selebrasi Tahunan Dibalik Krisis Kemanusiaan.

KOMPETISI SUMBER KESERAKAHAN: Ketika Individualisme Menggeser Kolektivisme Sang Agriculturalist di Tanah Papua.