PERANG PASIFIC: Cikal Bakal Lahirnya Indonesia Yang Dilupakan.


Ilustrasi Gambar: Jronaldo (7/3/2026).


Perang Pasific yang juga dikenal dengan perang Asia Pasifik, merupakan perang penentu yang telah mendorong lahirnya Indonesia sebagai suatu negara. Indonesia tidak pernah dan tidak mungkin menang melawan Belanda maupun Jepang menggunakan bambu runcing.

Sebagaimana, dikisahkan dan diajarkan dalam berbagai jenjang pendidikan formal, yang menggambarkan kisah-kisah epic tentang kemerdekaan Indonesia menggunakan bambu runcing sebagai senjata.

Ini terbukti pasca deklarasi kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno, pada 17 Agustus 1945 sebagai suatu negara, Indonesia baru diakui secara de jure oleh Belanda pada tahun 1949 dalam konferensi meja bundar.

Pengakuan kemerdekaan Indonesia dalam forum meja bundar (KMB) di Belanda. Tentu lahir dari berbagai tekanan eksternal guna pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda atas kondisi dan situasi cold war (perang dingin) atau perang antar blok dan perang dunia II yang memainkan peran penting dan penentu atas kemerdekaan Indonesia.

Sebab "Perang Dunia II di kawasan Asia-Pasific, antara lain telah ikut mempengaruhi dan mempercepat diraihnya kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, dua hari sesudah Jepang bertekuk lutut tanpa syarat." (P.K.Ojong, SH:2001).

Serta, atas inisiatif pemerintah Jepang, Jepang telah mendorong lahirnya Badan Persiapan usaha-usaha Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) guna mewujudkan cita-cita bangsa sebagai negara Indonesia yang merdeka sebagai suatu bangsa.

Karena Jepang menyadari bahwa; kekuatannya untuk menguasai nusantara tidak dapat diwujudkan pasca pemboman Hiroshima dan Nagasaki pada 6 dan 9 Agustus 1945. Yang menyebabkan kekosongan kekuasaan di di Netherlands Indies (kini Indonesia).

Sehingga pembenaran perang menggunakan bambu runcing guna mewujudkan kemerdekaan bagi Indonesia, merupakan kisah-kisah epic yang secara sadar dikondisikan dalam buku-buku ajar di berbagai jenjang studi di Indonesia terlebih khusus di Tanah Papua.

Demi menumbuhkan mentalitas superior antar rumpun ras melayu atas melanesia. Padahal kenyataannya, Indonesia tidak mungkin merdeka berkat perjuangan sendiri para pendiri bangsa.

Tetapi, kemerdekaan Indonesia hanya dapat terwujud pasca Jepang kalah telak serta pengakuan Belanda atas kemerdekaan Indonesia secara de jure pada konferensi meja bundar 1949 karena tekanan Amerika Serikat atas Belanda.

Sebagai upaya atas kegetiran Pemerintah Amerika Serikat atas perang dingin (cold war) atau antar Blok Barat dan Blok Timur. Sehingga pembenaran, pengkondisian tentang kemerdekaan Indonesia dengan bambu runcing di berbagai ruang kelas tingkat pendidikan adalah pendidikan sejarah yang keliru yang patut diluruskan dan tidak layak dipertahankan dalam berbagai buku bahan ajar sejarah di Indonesia, terlebih khusus di Tanah Papua.

Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal kebenaran sejarahnya dan bertumbuh atas kebenaran sejarah tersebut.



Walani, 7 Maret 2026



Ditulis oleh:


J.W.Ronaldo
Penulis merupakan lulusan Antropologi FISIP UNCEN, yang kini aktif menulis tentang isu-isu sosial politik di Tanah Papua. Untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang lain dapat mengunjungi blog; http://sabacarita.blogspot.com/




Daftar Pustaka:

  • P.K.Ojong, SH. 2001. Perang Pasific. Penerbit Kompas. Jakarta.

Popular Posts