Featured Post

Indonesia Emas 2045: Mengapa Tidak Seperti Vietnam Yang Berinvestasi Pada Guru dan Reformasi Pendidikan?

Ilustrasi Gambar: Jronaldo (27/4/26)





Indonesia emas 2045 yang kini digembor dan dipasok dengan program makan bergizi gratis yang merupakan program politik tahunan ala Prabowo-Gibran.


Ini hanya mengantarkan kita pada suatu pertanyaan yang mendasar yakni:, Benarkah 2045 Indonesia Emas dapat diwujudkan ataukah Indonesia Cemas yang sedang direalisasikan?


Sebab program MBG yang meraup jutaan triliun rupiah pun, ditemukan belum berjalan maksimal.


Maksimal bukan dalam artian  operasionalnya tetapi juga manfaat bagi peserta didik yang ditemukan keracunan saat mengkonsumsi MBG di Tanah Air.


Tentu hal ini bukan soal programnya berjalan atau tidak berjalan. Tetapi lebih dari pada itu yakni: kemampuan, kapasitas kita sebagai pengelolah tetapi juga penyediaan berbagai bahan makan pokok yang dibutuhkan Satuan Pemenuhan Gizi, yang diberikan kepada anak.


Apakah semua bahan pokok tersebut memiliki kapasitas ruang dan siklus suplai yang efisien dan efektif dalam menyediakan bahan pokok pemenuhan gizi selama 5 tahun.


Serta memberikan peluang bagi para pelaku usaha ekonomi mikro, menengah serta para petani, peternak di Indonesia untuk berperan aktif dalam penyediaan kebutuhan utama satuan pemenuhan gizi di Indonesia ataukah memberikan peluang bagi para konglomerat dan perusahan-perusahan besar (Industri Warfare), bahkan memberikan peluang bagi negara tetangga untuk ekspansi ke Tanah Air dan berperan sebagai penyedia utama bahan-bahan pokok tersebut.


Tentu tulisan ini tidak akan membahas rantai pasok tersebut, tetapi lebih kepada dampak makan bergizi gratis untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045 serta melihat reformasi pendidikan yang dilakukan oleh Vietnam sebagai pijakan pembelajaran yang tepat, yang bisa diadaptasikan oleh Indonesia.


Karena penulis menilai yang dibutuh Indonesia emas tahun 2045 bukan soal Makan Bergizi Gratis tetapi lebih daripada itu.


Yakni kesediaan tenaga-tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya serta jaminan dan kepastian bagi tenaga pendidik untuk membimbing anak-anak didik Indonesia yang jujur, kompeten sebagai aset Bangsa dan Negara yang besar, yang tidak bersandar pada program politik musiman seperti MBG.


Besar bukan dalam arti geografis saja tetapi, yang melingkup potensi sumber daya alam, budaya. Yang dapat dieksplorasi untuk kesejahteraan, kemakmuran dan kemaslahatan Bangsa dan Keutuhan Negara.



1. MBG Program Politik Populis.


Makan bergizi gratis tentu program populis ala Prabowo-Gibran. Yang hanya menjadi program musiman dalam arti hanya bisa berjalan selama Prabowo-Gibran menjabat.


Karena program ini hanya akan berlaku selama 5 tahun ataupun 10 tahun kedepan kepemimpinan Prabowo-Gibran.


Yang perlu dilihat tentang program ini adalah nilai populisme ini. Berbicara untuk kebutuhan rakyat serta pemenuhan gizi anak untuk mencegah angka stunting.


Namun, kadar dan pola pelaksanaannya berjalan tidak maksimal. Bukan secara operasionalnya tetapi juga bagi supplier.


Sebab petani, peternak ataupun para pelaku usaha mikro, menengah tidak menjadi subjek yang dilibatkan untuk berperan sebagai suplayer (yang berperan sebagai penyedia).


Jika begini tentu praktik ini hanya mengatasnamakan rakyat untuk kesejahteraan korporasi (korporasi welfare). Yang tentu orang-orang kaya yang semakin kaya.


Praktik MBG ini bukan saja persoalan supplier ataupun ekonomis tetapi dari sisi teknis pelaksana MBG ini di kontrol dan dijalankan oleh institusi yang memiliki kredibilitas yang bobrok.


Selain itu, jika MBG ini diinisiasi untuk menekan angka stunting. Maka yang menjadi pertanyaan adalah apakah anak yang stunting sejak dari kandungan dapat dicegah dengan memberikan makan pada anak sekolah?


Sebab pencegahan stunting harus dimulai dari Ibu. Karena Ibu yang kekurangan asupan nutrisi yang cukup saat hamil tentu akan melahirkan bayi yang stunting.


Atau pencegahan stunting hanya dapat berjalan maksimal untuk 1000 hari pertama bagi bayi.


Karena itu program MBG adalah program populis tahunan yang diimplementasikan mengatasnamakan rakyat. Tetapi memberikan kesejahteraan dan kelimpahan ekonomis bagi kelompok kecil dari penduduk Indonesia (konglomerat).  



2. Belajar Dari Vietnam Tentang Reformasi Pendidikan.


Yang diperlukan oleh anak-anak Indonesia kini adalah reformasi pendidikan serta jaminan kepastian bagi tenaga pengajar. Sebagaimana yang dilakukan Vietnam.


Kapasitas guru dinaikan, status sosial dinaikkan dengan gaji 30-35 juta perbulan, bahkan guru tidak dituntut untuk terlalu sibuk dengan urusan administratif yang berlebihan. Tetapi lebih banyak mengajar dan meningkatkan kapasitas dirinya untuk menghasilkan murid yang kompeten.


Tentu reformasi pendidikan seperti ini yang dibutuhkan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. Bukan sekedar program politik tahunan yang hanya memperkaya tim sukses.



3. Kesimpulan.


MBG merupakan program populis yang mengatasnamakan rakyat, demi kedaulatan, kesejahteraan dan kelimpahan ekonomi konglomerat.


Sehingga MBG tidak harus dilihat sebagai langka awal untuk mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Sebab yang diperlukan Indonesia emas 2045 adalah reformasi di Bidang Pendidikan.


Yang tidak tergantung pada program tahunan para Presiden musiman. Sehingga MBG jika dikonotasikan sebagai langkah awal mewujudkan Indonesia emas merupakan kekeliruan yang patut dipertanyakan.


Agar kasus bunuh diri, oleh anak 10 tahun yang tidak mampu memperoleh pulpen seharga 10 ribu di NTT tidak terulang lagi. Ini bukan hanya persoalan alat tulis semata.


Tetapi juga hampir semua institusi pendidikan dari Paud hingga Perguruan Tinggi hanya dapat diakses oleh anak-anak kelompok menengah hingga elitis karena membutuhkan biaya yang mahal. Semoga ini menjadi perhatian serius untuk mewujudkan Indonesia Emas dan bukan Indonesia CEMAS!






Yaloaput, 27 April 2026





Ditulis oleh:




J.W.Ronaldo

Penulis merupakan lulusan Antropologi FISIP UNCEN, yang aktif menulis dan menyuarakan isu-isu kemanusiaan, masyarakat adat di Tanah Papua, untuk melihat tulisan-tulisan penulis yang lain dapat mengunjungi blogger penulis; http://sabacarita.blogspot.com/

Comments

Popular Posts